Dirikanlah Sholat.

… Dirikanlah Sholat …

ٱتۡلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ‌ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ‌ۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَڪۡبَرُ‌ۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ (٤٥

{سُوۡرَةُ العَنکبوت}

Recite that which hath been inspired in thee of the Scripture, and establish worship. Lo! worship preserveth from lewdness and iniquity, but verily remembrance of Allah is more important. And Allah knoweth what ye do. (45)

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab [Al Qur’an] dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari [perbuatan-perbuatan] keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah [shalat] adalah lebih besar [keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain]. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (45)

Qur’an Surah Al-Ankabut 29, Verse 45.

This verse always make me interesting.

Yang menarik dari ayat ini adalah, paling sering dikutip! Sepanjang pengetahuan saya, ayat ini paling sering dipakai. Pertama, karena ibadah wajib yang dilakukan dan mencerminkan Ummat Islam adalah ibadaah Sholat. Dan amalan inilah, yang nantinya di hisab (dihitung), pertama kali saat datangnya hari kebangkitan.

Kemudian apa yang menarik dari ayat ini? (versi saya), kebanyakan orang, terutama di Taiwan ini (kebanyakan dari mereka mempercayai banyak dewa)  tidak mempercayai adanya Tuhan. Karena saya berasal dari Indonesia, beberapa teman, kenalan dan kawan lab. saya kemudian mencari tau mengenai Indonesia. Lebih jauh lagi, karena tidak jarang saya meminta ijin untuk meninggalkan lab dengan alasan sembahyang, (Sholat -red-), mereka kemudian mencari tau tentang Islam.

Saat kemudian bertemu kembali dengan saya, mereka menanyakan banyak hal mengenai Islam. Dan yang menarik dan saya kira sesuai dengan ayat ini adalah bahwa, kenapa banyak sekali umat Islam yang ada di Indonesia, namun banyak sekali terjadi kejahatan, kerusakan, dan hal-hal lainnya. Bahkan, mereka membandingkan dengan kondisi yang ada di Taiwan, atau bahkan Jepang. Yang beberapa dari mereka tidak mempercayai tuhan, malah bisa hidup rukun, sedikit kejahatan, sedikit kerusakan.

Bahasan mengenai hal tersebut bisa panjang lebar, dan saya yakin hanya akan menimbulkan masalah lebih besar saat yang mendiskusikan hal tersebut tidak memiliki asumsi dasar serta pesepsi yang sama.

Yang ingin saya bahas adalah mengenai sitiran ayat ini, dalam Islam, Kita diajarkan untuk memahami Islam secara Kaffah (Menyeluruh), dengan mempelajari Islam sedikit-demi sedikit dan kontinyu, Insha Allah kita akan menuju ke arah kaffah tersebut. Begitu pula dengan memahami konteks makna Al-Qur’an tersebut. Sebagai contoh, dalam satu surat di Al=Qur’an terdapat berpuluh bahkan beratus ayat, dan kesemuanya itu saling berhubungan satu sama lain. Kemudian, untuk satu pokok bahasan, besar kemungkinan di dalam Al-Qur’an tidak hanya dijelaskan dalam satu ayat, bisa berhubungan dengan ayat selanjutnya atau dijelaskan oleh ayat sesudahnya.

Dalam perintah melaksanakan sholat ini, terdapat setidaknya 4 bagian dalam satu ayat ini. Ingat 4 Bagian.

1: Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu yaitu Al-kitab dan dirikanlah sholat.

Disini kita diperintahkan untuk membaca, dengan membaca kita diwajibkan untuk memahami apa yang telah disampaikan untuk kita di dalam Al-Quran. Dalam bahasa saya, Al-Qur’an adalah manual kehidupan. Lalu perintah untuk mendirikan sholat. Jadi disini, Sebelum melaksankan sholat kita diperintahkan untuk setidaknya membaca Al-Qur’an. (Syukur-syukur memahami), namun bukan berarti kita tidak melaksanakan sholat saat belum membaca seluruh isi Al-Qur’an. Di sini terdapat koherensi, bahwasanya pelaksanaan sholat itu sebenarnya adalah pengejawantahan apa yang terdapat di seluruh isi Al-Qur’an (Pendapat pribadi saya). Jadi, dengan melaksanakan Sholat kita memiliki pondasi yang kuat untuk menjadi Islam yang benar dan baik, seperti yang ada di dalam Al-Quran.

2: Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar

Sempat terlintas di benak saya, kenapa menggunakan kata “sesungguhnya”, apa ada yang tidak “sungguh”, atau bisa berarti ada hal yang “kurang sungguh”? Sholat tidak hanya mengerjakan takbir,  ruku’, sujud, dan tasyahud. Di sini lagi-lagi Al-Qur’an mengingatkan kita bahwasanya Sungguh lo, lu itu belum sungguh sungguh kalo belum mencegah diri lu sendiri dari perbuatan keji dan mungkar!”

3: Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya).

Sederhana sekali, sudah bisa mulai memahami kan? Urutannya? Saat tau isi Al-Quran, melaksanakan Sholat, kita mendirikan, yang akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Sekali lagi dijelaskan disini, dan bahwasanya mengingat Allah itu adalah lebih besar keutamaannya! Saat kita meresapi dalam hati bahwa mengingat Allah (Dzikrullah), itu tidak hanya cuma di lisan saja. Bahwa kita menyadari betul bahwa Allah Ta’ala selalu melihat kita, selalu tau apa yang kita kerjakan, bahwasanya sampai isi hati kita juga diketahui oleh Allah Ta’ala. Apa iya kita bakal melakukan kegiatan yang mungkar? Keji? Dan merugikan orang lain, sedangkan tidak ada satu ayat pun, tidak ada satu ajaran pun di dalam Islam yang menyuruh kita berbuat maksiat, keji, mungkar? Astaghfirullah. 
4: Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Sudah saya sampaikan di atas, saking  semangatnya.. ^^. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Jangankan yang dikerjakan, yang di dalam hati saja Allah Ta’ala  tau.
Kesimpulan saya..
Dari tulisan yang amburadul ini, saya harap semua yang membaca ini bisa tau. Penyebab terjadinya banyak kerusakan, kemunkaran, tindakan keji, di negara kita, Indonesia. Mereka melaksanakan sholat, dan mungkin (Wallahualam), yang kita dapatkan hanya capek karena sujud dan ruku’ saja,, tanpa meresapi dalam hati, bahwa Sholat sebagai pondasi agama dan perilaku Ummat Islam tidak sekadar gerakan saja. Tidak sekadar komat-kamit do’a saja. Ada hal lain yang mendukung di penjelasan arti ayat tersebut (Al-Ankabut, 45).
“Pelajari Islam secara Kaffah, tidak tergesa namun pasti. Tanamkan Iman yang kuat dan teguh. Sandarkan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.”
Wallahualam bi showab.
Advertisements
Categories: (INA), Islam (الإسلام) | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: