Movie

“Innocence of Muslims”

Mengenal RasulaLlah SAW, Khutbah Jum’at 21 September 2012|Dhul-Qadah 5, 1433 H

KHUTBAH PERTAMA


إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Segala puji hanya milik Allah Ta’ala. Kita bersyukur kepada-Nya dan memohon ampunan dari-Nya. Dengan takdir dan iradah-Nya, siang hari ini kita bisa berkumpul di musholla AU yang mulia ini. Untuk melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan ibadah shalat jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan shalat Jum’at. Mudah-mudahan pertemuan kita di Jum’at kali ini, dapat menghapus dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan dalam satu pekan yang lalu.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الصَّلَاةُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim no. 342)

Semoga shalawat dan salam tercurah pula kepada Qudwah hasanah kita, RasuluLlah Muhammad shallaLlahu alayhi wa sallam, juga kepada keluarganya, shahabat-shahabatnya, serta orang-orang yang istiqamah meniti sunnah dan meneruskan risalahnya. Semoga kita termasuk dalam golongan yang istiqamah tersebut, sehingga mendapatkan keutamaan bertemu dengan beliau di telaga al-haudh kelak.Amin ya Rabbal ‘alamiin.

Jamaah Jum’at rahimakumuLLah

Beberapa pekan yang lalu kita dikejutkan dengan beredarnya film bertajuk “Innocence of Muslims”. Film yang sempat beredar luas di jejaring social Youtube ini menuai banyak kritikan, cemoohan, kemarahan, dan reaksi negatif dari banyak pihak, baik dari kaum muslimin bahkan dari mereka yang tidak beragama Islam. Bagi kita umat Muslim, jelas ini adalah penghinaan, dan pelecehen terhadap agama dan keyakinan kita, hak hidup dasar setiap manusia, namun bagaimana bagi mereka yang bahkan bukan seorang muslim?

Beberapa mereka mengatakan bahwa, “secara sinematografi film ini sekelas film murahan dan tidak layak untuk diperbincangkan”, beberapa mengatakan tidak ada dasar apapun untuk membuat film ini, secara sejarah. Bahkan untuk kategori film komedi pun, film ini tidak lucu”. Inilah beberapa pendapat yang beredar.

Sebenarnya apa itu Innocence of Muslims?

Berjudul asli Dessert Warrior atau Dessert Storm, difilmkan tahun 2011 dengan tema pertempuran suku, yang diawali dengan kedatangan komet di bumi. Di sutradarai oleh Nakoula Besseley Nakoula seorang Kristen koptik kelahiran Mesir yang mengaku sebagai  Sam Basel (Sam Bacile), seorang pengembang real-estate Yahudi-Israel. Video asli berdurasi sekitar 70 menit ini, diunggah ke Youtube menjadi 14 menit oleh akun Sam Bacile dengan judul The Real Life of Muhammad, bahkan di dubbing ke dalam bahasa Arab pada September, 2012 dan disebarluaskan oleh Morris Sadek, seorang blogger Kristen koptik keturunan Mesir-Amerika. Yang menarik adalah beberapa sumber mengatakan bahwa film ini telah mengalami perubahan drastis selama masa post production, Over-Dubbing.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Marilah kita lebih mendekatkan diri kembali kepada Allah, supaya kita diberikan keteguhan Islam dan Iman, lebih mengenal dan menghayati serta mengamalkan ajaran Islam dan juga junjungan kita nabi Allah, Muhammad SAW.

Secara singkat film ini memang  sangat mencerminkan kebencian terhadap Rasulullah dan kaum muslim. Ditunjukkan bagaimana perilaku dan sifat beliau yang diputarbalikkan.  Banyak sekali reaksi yang terjadi; di Indonesia Menteri Komunikasi dan Informatika, Bpk.  Tifatul sembiring memastikan film tersebut diblokir  di youtube Indonesia, sedangkan di belahan dunia yang lain, di jazirah Arab dan timur tengah banyak terjadi protes dan juga demonstrasi besar-besaran, kemudian ada juga reaksi dengan memberikan buku biografi Muhammad seperti yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin di U.K.

Menurut pendapat Khatib, hal ini memang disesuaikan dengan peran dan kemampuan masing masing dalam memberikan respon, Apakah kita marah? Pasti! Saya juga, saya sebagai Muslim Marah. Namun apa yang bisa kita lakukan sekarang? Apakah kita memiliki banyak sumberdaya? Media? atau komunitas untuk menyebarkan kebenaran tentang Islam dan tentang Rasulullah, seperti yang dilakukan saudara muslim kita di Inggris? Jika ya,, silakan, laksanakan. Namun satu pertanyaan besar kemudian muncul.

Sejauh apa kita mengenal Rasulallah?

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah

Marilah kita bersama mengenal lebih dalam  junjungan kita, nabi Allah, Muhammad SAW.

Diantara karunia dan rahmat besar yang dilimpahkan kepada kita sebagai umat akhir zaman adalah dilahirkannya Muhammad SAW yang kemudian diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Berdasarkan hadits shahih, Rasulullah lahir pada hari Senin. Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury di dalam Ar-Rakhiqul Makhtum berpendapat beliau lahir pada tanggal 9 Rabiul Awal. Namun pendapat paling masyhur menyepakati beliau lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Kelahiran Rasulullah adalah rahmat yang sangat besar. Beliau, setelah diutus menjadi Nabi, empat puluh tahun setelah kelahirannya, dipuji oleh Allah SWT dalam firman-Nya yang menjelaskan karakter sang Nabi terakhir ini:


لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (QS. At-Taubat : 128)

Dalam menjelaskan ayat ini, Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengatakan, “Allah tidak mengatakan ‘rasul dari kalian’ tetapi mengatakan ‘dari kaummu sendiri’. Ungkapan ini lebih sensitif, lebih dalam hubungannya dan lebih menunjukkan ikatan yang mengaitkan mereka. Karena beliau adalah bagian dari diri mereka, yang bersambung dengan mereka dengan hubungan jiwa dengan jiwa, sehingga hubungan ini lebih dalam dan lebih sensitif.”

Sedangkan Ibnu Katsir dalam Tafsir Qur’anil Adzim berkata, “Allah SWT menyebutkan limpahan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada orang-orang mukmin melalui seorang rasul yang diutus oleh-Nya dari kalangan mereka sendiri, yakni dari bangsa mereka dan sebahasa dengan mereka.”

Rasulullah merasakan beratnya penderitaan dan kesulitan umatnya, bahkan lebih berat bagi Rasulullah daripada apa yang dirasakan oleh umatnya sendiri. Maka setiap saat yang diperjuangkan adalah umat, yang dibela adalah umat, yang dipikirkan menjelang wafat adalah umat. “Ummatii… ummatii…”, kata Rasulullah yang selalu memikirkan umat belia menjelang wafat.

Rasulullah juga sangat menginginkan umatnya memperoleh hidayah serta kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Maka segala hal yang diperintahkan Allah untuk disampaikan kepada umatnya telah beliau sampaikan. Segala hal yang mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka beliau paparkan. Bahkan Rasulullah menyimpan doa terbaiknya untuk umatnya kelak di yaumul hisab agar umatnya memperoleh syafaat. Itulah bentuk-bentuk kasih sayang Rasulullah kepada umatnya.

Jamaah Jum’at rahimakumuLlah,
Lalu bagaimana sikap kita terhadap beliau yang demikian luar biasa kasih sayangnya kepada kita? Beliau yang namanya kita sebut dalam syahadat, kita bersaksi bahwa beliau adalah Rasulullah lalu kita membacanya setiap kali shalat. Salah satu kewajiban kita terhadap beliau adalah meneladaninya. Menjadikannya sebagai teladan sepanjang zaman.


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَ كَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat ini menjadi pedoman bagi kita bahwa manusia terbaik yang harus kita teladani adalah Rasulullah SAW. Teladan yang seharusnya kita contoh perilakunya, kita contoh kata-katanya, kita contoh ibadah dan akhlaknya.

Dalam ayat yang lain Allah SWT menegaskan bahwa kecintaan kepada Allah baru dikatakan benar jika seseorang meneladani Rasulullah dan mengikuti sunnahnya.


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran : 31)

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Meneladani Rasulullah itu artinya kita mengikuti sunnahnya dan tidak menyelisihinya. Kita mentaatinya dan tidak menentang ajarannya.

Rasulullah bersabda:

Sungguh aku telah tinggalkan untuk kalian petunjuk yang terang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang berpaling darinya setelahku melainkan ia akan binasa. Barangsiapa di antara kalian hidup, maka ia akan melihat banyaknya perselisihan. Maka kalian wajib berpegang teguh dengan apa yang kalian ketahui dari sunnahku, dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Mereka yang bersegera untuk mengikuti petunjuk Nabi yang diketahui melalui hadits-haditsnya akan dijanjikan surga. Sementara mereka yang enggan mengikuti sunnah Nabi, enggan mengikuti hadits Rasulullah dan lebih suka menyelisihinya akan menyesal di akhirat nanti sebab ia menolak surga dan terseret ke neraka.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

“Setiap umatku masuk surga selain yang enggan,” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?” Nabi menjawab: “Siapa yang taat kepadaku (mengikuti aku) masuk surga dan siapa yang menyelisihi aku berarti ia enggan.” (HR. Bukhari)
Semoga kita tergolong umat Muhammad yang berusaha mempelajari sunnahnya, lalu mengikuti dan mengamalkannya. Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang menyelisihi hadits-hadits Nabi, baik dalam hal aqidah, ibadah maupun akhlak dan muamalah.


وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

KHUTBAH KEDUA


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah jumah rahimakumullah…

Dalam khutbah yang kedua ini, marilah kita bersama-sama mempertebal iman dan taqwa kepada Allah, juga terus menerus berusaha untuk meneladani Rasulullah saw.

Rasulullah Muhammad SAW. Begitu singkat bagi seseorang dalam memimpin suatu bangsa dan kaumnya, 23 tahun; namun memiliki peran sangat berarti bagi bangsa dan kaumnya; bagi Islam. Beliau bahkan ditempatkan di peringkat pertama pada  The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History buku dari Michael H. Hart. Buku terbitan tahun 1978 yang dicetak ulang pada 1992 dengan revisi. Dan memang benar, Rasulullah adalah manusia sempurna yang menjadi nabi dan rasul terakhir di dunia ini.

Rasulullah sebagai seorang manusia memang sengaja diturunkan ke bumi untuk menjadi contoh nyata bagi manusia. Dan itulah hikmahnya. Sehingga manusia tidak pesimis atau enggan mencontoh Rasulullah , karena Rasulallah  juga seorang manusia.

Jika Allah SWT  mengutus Malaikat untuk menyampaikan ajaran-Nya untuk menjadi panutan bagi manusia, maka Allah mampu untuk melakukan itu. Tetapi ceritanya akan berbeda. Bahwa tabiat Malaikat berbeda dengan tabiat manusia. Jika Malaikat yang diutus dan dijadikan tauladan, maka manusia bisa membuat alasan untuk tidak mencontohnya, mereka akan berkata: “wajar, karena dia Malaikat, tentu berbeda dengan kita”.

Dan respon positif yang bisa dilakukan, terhadap “Innocence of Muslims” ini adalah dengan meneladani Rasul. Marilah kita senantiasa berusaha untuk meneladani rasul, sosok yang memang sudah sewajarnya dan seharusnya kita tauladani. Meneladani rasul sebenarnya adalah cara kita untuk dapat menyelamatkan diri sendiri, cara untuk menjadi pribadi yang sukses, di dunia maupun di akhirat. Belajar, dan mencari tahu tentang beliau, mulai belajar tentang Sirah Nabawiyah, yang bukunya juga ada di Musholla tercinta ini. Belajar tentang sejarah beliau, sejarah perjalanan islam, tabiat beliau, perilaku dan kesantunan beliau. Bagaimana beliau memimpin dan membesarkan umat  Islam. Kemudian menyebarluaskan keteladanan beliau dengan baik dan santun pula, kepada mereka yang belum mengerti Rasulallah, kepada mereka yang ingin belajar dan ingin mengerti. Wallahu’alam bishowab

Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kita petunjuk dan kekuatan untuk bisa memuliakan Rasulullah Saw dengan sebenar-benarnya. Memuliakan beliau dengan berpegang teguh terhadap ajarannya, dengan meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari dan dengan cara membela serta memperjuangkan ajaran Islam.

 اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ،

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 

 عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Categories: (INA), Islam (الإسلام), Movie | Tags: , , | 2 Comments

Ressurecting the Champ.

Film yang bagus berdasarkan kisah nyata. Yep, Based on true story. Tapi jangan terpengaruh dengan apapun, termasuk pernyataan tersebut. Sedikit saran dari penikmat film yang mencoba mencari arti dan makna di balik film itu sendiri.

Film ini saya paksa tonton karena terlalu lelah dengan aktivitas laboratorium saya. Melirik beberapa file yang telah saya unduh beberapa waktu lalu, kemudian saya memutuskan untuk menonton film “Resurrecting the Champ”. Untuk resensi pembukaan pembaca yang budiman bisa membacanya di sini.  Saya akan memberikan sedikit ulasan mengenai apa yang saya tangkap dari film ini, tanpa mengurangi rasa penasaran anda nantinya, Insha Alloh.

Berjudul tentang membangkitkan sang juara, saya selalu penasaran dengan film berdasarkan judul, kalimat-kalimat yang pertama di ucapkan oleh tokoh utama, dan dengan keterangan based on true story. Menurut saya resensi sudah mulai membosankan, Trailer masih menarik, tapi resensi?

Semacam memberikan gambaran tentang apa yang akan kita tonton berdasarkan si peresensi. Bisa disesuaikan dengan kehendak sang Produser film atau sesuai kehendak yang publish si website masing-masing, seperti saya misalnya. Namun, yang akan saya bagikan disini adalah apa yang menarik yang saya tangkap dari Film ini.

Hal paling menarik yang saya tangkap dari film ini adalah, bahwa kasih saying dan perhatian kedua orang tua kita sangatlah besar. Mereka berusaha sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya, terlepas apakah beliau kurang mampu secara financial, secara waktu, ataupun secara perhatian. Satu hal yang pasti saya dapatkan, secara manusiawi, orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Jangan dibayangkan dan diingat-ingat bagaimana banyaknya kisah orang tua yang tega membuang anaknya, tega meninggalkan mereka di rumah yatim piatu tanpa memberikan biaya dan cinta. Jauh dari dasar hati setiap manusia, kita semua diciptakan dengan kebaikan. Banyak hal yang mampu merubah itu, baik keadaan, ketidak-teguhan Iman, kurang percaya dan tawakkal kepada Allah swt, dan lain sebagainya.

Marilah kita semua senantiasa berjuang dan berusaha menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita, saudara, teman dan kerabat kita. Insha Allah, Amin.

#SedangMengusahakanCinta&MahligaiRumahTangga

Wassalamualaykum warrahmatullah wabarokatuh

[A]

Categories: (INA), Movie | Tags: , , | Leave a comment

Kalian inget khan..?

Duration: 15 Minutes
Theme: Conflict, Boys & Girls, Memories
Director: Me

It was my first ever movie, directed by me!!! This film was made around 2003~2004 I don’t really remember. We were the upcoming graduates for that year, and we decided to make movie so that we can see this movie just as a remembrance. The idea is quite simple, but as the director I don’t want to use any “love” theme.. I felt that using “friendship’ as the theme it will give more value on it. So here we goes, our film. Speaking of which, the title means, “You do remember right?”. Enjoy

Oh ya, there’s no intention of using this movie for commercial use, so all the songs we used here as simple as we love their sounds, and worth to put on it. ^^

Categories: (EN), Indonesia, Movie | Tags: , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.