Uncategorized

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar, serta Tepat.

Ide dan opini kita memang lebih baik dituangkan dalam sebuah tulisan, atau dalam sebuah dokumentasi. Kemudian untuk dibagikan ke semua orang melalui dunia maya.

~~

Ide dan opini kita better untuk dibuat tulisan, and well, then documented.Kemudian untuk di-share ke semua orang melalui internet.

Penggunaan tulisan seperti ini sudah sangat sering dilakukan oleh banyak penulis maya di Indonesia. Baik mereka yang hanya ingin membagikan opini, saran atau sekadar informasi mengenai cara memasak yang baik, cara berdandan yang lebih cepat, dan lain sebagainya. Namun coba bandingkan gaya tulisan pertama, dengan gaya tulisan yang kedua. Terasa berbeda bukan?

Hal-hal yang perlu kita pahami adalah bahwa bahasa adalah sebuah sistem yang terus berkembang karena akulturasi dengan budaya maupun bahasa yang lain. Seperti penggunaan kata akulturasi yang baru saja saya tulis. (Akulturasi adalah serapan dari Bahasa Inggris yang diambil dari Bahasa Latin). Hal lain yang juga harus diingat adalah tidak ada benar atau salah dalam penggunaan Bahasa dalam konteks menyampaikan pesan. Berbeda halnya dengan penyajian tulisan dalam tulisan resmi atau dokumentasi bahasa lisan.

Psikologi Penggunaan Bahasa.

Jangan langsung percaya saya karena saya bukan lulusan jurusan psikologi, atau pernah mengambil pendidikan khusus tentang perilaku manusia. Namun, berdasarkan ilmu yang saya dapatkan dari berbagai sumber menyatakan bahwa bahasa adalah salah satu tingkatan tertinggi hasil produk kebudayaan manusia. Dan penggunaan bahasa yang baik, benar serta sesuai target penerima pesan menggambarkan tingkat kepintaran dan kedewasaan si pengguna bahasa tersebut.

Jadi, saat kalian mendapatkan informasi mengenai penggunaan bahasa baru yang sedikit dirubah dari bahasa aslinya (bahasa slang) hal tersebut adalah hal yang wajar dan natural mengingat pergerakan bahasa yang selalu dinamis dan berubah.

Menurut saya dilihat dari sisi psikologi si pengguna bahasa, penggunaan bahasa yang dicampur, kemudian bahasa slang menunjukkan banyak hal, antara lain:

· Beberapa kata yang ingin diinformasikan masih belum memiliki padanan kata yang umum dan diterima luas oleh masyarakat.

· Si penulis atau pengguna bahasa ingin menggabungkan kedua bahasa tersebut untuk mendapatkan perhatian dari kalangan muda Indonesia masa kini. (Sebagian besar anak muda di Indonesia merasa menggunakan kata-kata Bahasa Asing, terutama Bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tulisan dianggap menunjukkan kepintaran dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi).

· Dan tulisan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar terkesan kaku serta terlalu resmi.

Bahasa adalah Cara untuk Berkomunikasi.

Hal terakhir yang ingin saya sampaikan di tulisan ini adalah bahwa, gunakanlah bahasa yang dapat menyampaikan informasi secara tepat kepada si penerima informasi. Hal tersebut adalah inti dari komunikasi. Bahwa informasi tersampaikan dengan baik oleh si penerima informasi. Namun, terkadang saya merasa risih saat mendengar beberapa orang menggabungkan beberapa kata asing kedalam bahasa keseharian mereka (walau terkadang saya masih sering melakukannya).

Alih-alih mencampur penggunaan bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam percakapan keseharian, cobalah untuk menggunakan bahasa Indonesia secara utuh, atau bahasa Inggris saja. Atau saat ingin menggunakan bahasa ibu kita, gunakan secara utuh juga. Hal ini mungkin sedikit berbeda dengan bahasa tulisan, yang memang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

PS: Saya adalah pengguna Bahasa Jawa (ngoko, ngoko alus, kromo dan sedikit kromo hinggil) sebagai bahasa Ibu. Pengguna Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna (pembaca. Red) bahasa Arab dalam membaca Al-Qur’an. Pengguna bahasa Inggris saat diperlukan, serta sedang mempelajari kembali bahasa (percakapan) Mandarin setelah sekian lama tidak digunakan dengan sedikit pendalaman ilmu terhadap bahasa Spanyol dan Perancis. Silakan temui saya di twitter @alirahmanhakim untuk sekadar menyapa atau bertukar informasi.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

REblog

REblog

Prerequisites:

  • Back up your phone and prepare yourself to start from scratch. This process WILL format your SD card, and if you’re going to be doing that, why not reinstall your ROM and start fresh?
  • Your phone needs to be rooted and running ClockworkMod (CWM). This isn’t necessarily the only way it can be done, but it’s how I did it.

For those with Samsung Vitality phones follow this guide for installing CWM and a custom ROM.

Partition the SD card:

  • Reboot into the CWM recovery mod. With the ROM I have you can choose recovery from the menu that pops up when you hold down the power button for 1 second while at the home screen.
  • My phone uses the volume up and down to navigate, the home button for ‘OK’ and the power button for ‘Back’ when at the CWM menu.
  • Choose ‘Advanced’ from the main menu then select ‘Partition SD Card’
  • Select ’512M’ for Ext size and ’0M’ for swap size. You will have to wait for several minutes for this to complete. Half a gig may not seem like enough, but that’s actually enough a lot of apps, and you need 100MB of free internal storage for every 500MB of the SD card rolled into it; for my phone this is basically the largest option that will work.
  • When this is done your SD card will have been completely formatted (you already made a backup, right?). It now contains two partitions, but we need to do some work to set them up. First, choose ‘Reboot Recovery’ and then when the menu pops up again hit ‘reboot system now’.

Adding the new partition to the internal memory

All we’ve really done so far is to repartition the SD card. Now we need the phone to make use of that. I used the INT2EXT4+ script.

  • Download the INT2EXT4+ script. You’ll find a link to the download in this XDA guide thread. It would be a great idea to read that guide while you’re there.
  • Put the .zip file on your SD card. Since my phone rebooted into Android I just used a USB cable to do this.
  • Reboot into recovery again.
  • IMPORTANT: for my phone I needed to mount the /system folder before this would work. Go to ‘mounts and storage’, chose ‘mount /system’ and then go back to the main menu
  • Now go to ‘install zip from sdcard’. Select ‘choose zip from sdcard’. Choose the file you put on the card which should be called something like ‘CronMod-INT2EXT4+_signed.zip’. Then choose the menu item that confirms installing this zip file.
  • Reboot from the menu as we did in the partitioning step (you will probably need to do this twice).
  • When Android loads up again you can click the menu button and choose ‘Manage Apps’ to verify that your internal storage has grown larger than its previously meager offering.
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Unproductive Consistency.

Setelah kemarin beberapa hari ini mengunjungi Masjid Taichung untuk mengikuti pelatihan Guo Nien (lebih tepatnya mengisi libur tahun baru Cina dengan berkegiatan di Masjid), saya kembali menyadari bahwa kemampuan saya menuangkan ide, bercerita, menganalisis, memberikan sudut pandang, memberikan jawaban bahkan bertanya melalui media tulisan masih sangat rendah. Salah satu kawan saya memiliki ide yang menarik dengan menjadi wartawan di salah satu media cetak terkenal di Taiwan, atau misalnya kawan saya yang lain di Korea Selatan yang memutuskan untuk menjadi penulis di salah satu website yang cukup booming, “theposkamling”. Yang jelas memang semua orang memiliki trik dan cara masing-masing untuk tetap menumbuhkan semangat dan kesukaan pada hal yang mereka sukai. Tapi, menulis?

Entah kenapa menulis bagi saya belum menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan, belum menjadi salah satu media yang comforting untuk “menelanjangi” diri saya sendiri di muka umum, well, I tried it, for that matter… 

Pada acara Imlek kali ini ada kawan-kawan di Masjid memutuskan untuk mengadakan acara pelatihan dan seminar kewirausahaan. Tema kewirausahaan dianggap mampu menarik minat kawan-kawan BMI dalam melanjutkan aktivitas nanti sekembalinya ke tanah air. Bekal kewirausahaan juga dianggap bisa memberikan pandangan dan peluang untuk mendayagunakan uang yang diperoleh setelah bertahun-tahun kerja di Taiwan. Tema kewirausahaan yang diangkat meliputi budidaya ikan lele, kesehatan, tulis-menulis, ilmu komputer serta makanan dan minuman. Alhamdulillah saya telah selesai mengisi, pada tema budidaya ikan lele. 

Tepat kemarin salah satu rekan yang mengisi bisnis tulis menulis memberikan pandangan baru tentang tulis menulis. well, yang  jelas saya merasa masih sangat minim kemampuan dalam melakukan itu. Entah dalam hal gaya tulisan, kemampuan menuangkan ide secara terstruktur, tema yang kurang menarik, et cetera. 

Kedisiplinan. Ya, kedisiplinan adalah kelemahan penulis. Kurang disiplin, dan tidak konsisten. Marah sekali rasanya karena masih memiliki sifat dan sikap seperti itu. Teringat semasa saya masih duduk di bangku sekolah dasar, Ibunda sering membelikan ensiklopedi, buku-buku pengetahuan umum, pengetahuan alam, kamus dan lain sebagainya. Karena masa kecil adalah masa ingin tahu, jelas saja saya sering kali menghabiskan waktu melahap bacaan-bacaan tersebut. Menginjak sekolah menengah pertama, keingintahuan saya berubah, menjadi penikmat komik. Komik jepang. Uang bulanan yang diberikan ibunda untuk membeli buku atau bacaan saya gunakan untuk membeli komik. What a fool, I guess… :p

Yak 20 menit sudah saya mulai menulis lagi, dengan judul dan tema serta tulisan yang kurang lebih nggak ada sangkut pautnya sama sekali mungkin. Tapi apa mau dikata, setidaknya saya sudah mulai menulis lagi bukan?

Categories: (INA), Uncategorized | Leave a comment

There’s a lot Mongolian students here. But… well, not sure… walllahualam..

Islam For World

File:Central Asia - political map 2008.svg

Central_Asia

Sebagai orang awam,pastilah kita bertanya-tanya mengapa negara-negara asia tengah tepatnya pecahan dari Uni Soviet beragama Islam. Padahal kebanyakan dari mereka mayoritas bermata sipit yaitu berperawakan etnis China, tepatnya mongolia. Negara-negara tersebut antara lain mencakup wilayah-wilayah  Azerbaijan-Iran, Kazakhstan (wilayah sebelah timur Sungai Ural), Kirgizia, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan,Bagian Utara Afganistan.wilayah Turkic/Muslim selatan Rusia (Siberia selatan), Mongolia, Tiongkok bagian barat (Xinjiang , Afganistan, dan sebagian wilayah utara Pakistan.

The Caucasus And Central Asia  Political Map


Ekspansi Mongol

Ekspansi Mongol adalah sebuah ekspansi besar bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan untuk menaklukan wilayah Eurasia pada awal abad ke-13. Dengan membawa pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Genghis Khan berhasil menebar teror di seantari Eurasia selama 1 dasawarsa.

Genghis Khan berhasil menguasai Tiongkok, mengalahkan Rusia, menghancurkan kekaisaran Persia, mencaplok Polandia dan Hongaria, serta meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu. Cara dan tujuan…

View original post 1,649 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Ya Rabbi.

Ya Allah Ya Rabbi,,, lindungi hambamu ini, permudah jalan saya ya Rabb. Sesungguhnya Engkau tak akan memberikan cobaan yang tak sanggup hamba pikul.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Saya rindu ya Rabb, rindu…

Saya rindu ya Rabb, rindu akan berkumpulnya ummat muslim yang ramai dan penuh sesak di masjid, musholla dan langgar-langgar di manapun berada di Bumi-Mu Ya Allah.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

WordPress is complicated.

I have to admit that, using WP much more difficult than using Blogspot. Changing the paragraph, inserting media, and else..

I like to post some poems that I wrote, and usually it has its own form.. but I am too tired and indeed to lazy to do this now, maybe later.. maybe..

Categories: (EN), Uncategorized | 1 Comment

What Left Unwritten Will Be Vanished.

That was the words told by my friend’s father, Mr.K as well as Mr. A. Hmm. Correct or not, that is the main idea what’ve gotten on my mind.

I had a blog, on blogspot.. soooo many years ago,, 2002; I presumed, but then there was something wrong for me, and I was forced (by myself ^^), to closed my own Blog.

The thing that always kept me procrastinating myself to start writing again is…Me, myself.

Well, honestly my fear is everything!

First I kept bubbling with my very own mouth, and I am sure person like that (Me, in this case), will never have good ability to write.

Second, I have a fear whether my writing will good or bad, meaning that, I don’t want my writing just become another place for someone’s place to shout their sadness, to tell the world that he/she might have just ended a relationship, or just failing to pursue their own dream, so forth. I want to make something useful for other. I want; if I can, someone or anyone, can read what I have written, and then said “Voila”, this is it,, it is the one. Or maybe, “eureka!!”, I need this advice.

Anyhow, for all the thing I’ve told you earlier in this first writing (the newest blog^^),

I WANT TO BE HEARD, I WANT TO SHARE MY THOUGHT, MY IDEA, MY OPINION, MY ADVISE.  Just like other human being want to do.

I am not really sure, whether this blog will last or not.. (I hope it does ^^)

I choose English as language here, as well as Indonesian Language and Javanese Language.

Thank you| Terima kasih| Matur nuwun

July 3, 2012 ~1413 Dormitory 1~

Categories: (EN), Uncategorized | Tags: , | Leave a comment

Learn More, Organize More.

I just realized, when someone give “like” to my post and I re-read my own writing, Ooohh GOD, I made so many mistakes. Although I decided to write either in English or in Indonesia, still I made many mistakes. Like when I misspelled, wrong grammar, etc. Well, I’m quite ashamed! But, life is a matter of learning right? So, as long as I keep improving myself, want to correct my own false then I should be fine, Shouldn’t I? ^^ 

Credits and many thanks for those who read my articles. I should say Terima kasih! 

Categories: (EN), Uncategorized | Leave a comment

Welcome.

Mengucapkan selamat datang kembali untuk saya sendiri, karena telah memberanikan diri untuk menulis lagi, di tengah-tengah bencana kebiasaan prokrastinasi. So, I hope I can end my procrastination soon enough..

Categories: (INA), Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com.